• Home Apa Itu Blighted Ovum? Simak Pengertian Ini Untuk Mengetahuinya

Apa Itu Blighted Ovum? Simak Pengertian Ini Untuk Mengetahuinya

Kehamilan merupakan momen yang sangat ditunggu oleh para pasangan. Tapi tahukah Anda bahwa ternyata kehamilan memiliki tiga macam jenis, yaitu kehamilan normal, kehamilan anggur, dan kehamilan kosong. Mungkin beberapa dari Anda sudah mengetahui dua dari jenis kehamilan tersebut, namun masih bingung tentang jenis kehamilan kosong. Nah, di sini akan membahas tentang pengertian blighted ovum yaitu sebutan yang lebih dikenal untuk kehamilan kosong.

Mengetahui Pengertian Dari Blighted Ovum

Secara umum, pada jenis kehamilan normal biasanya terdapat sebuah embrio yang tumbuh di dalam rahim. Namun berbeda dengan apa yang terjadi pada blighted ovum, dimana kehamilan jenis ini memang sel telur dibuahi di dalam rahim tetapi sel telur tersebut tidak berkembang menjadi embrio. Jadi dengan kata lain pengertian blighted ovum itu sendiri ialah terjadinya kehamilan namun tidak ada embrio yang tumbuh atau berkembang di dalam rahim.

Dalam dunia medis, blighted ovum lebih di kenal dengan sebutan kehamilan Anembrionik. Diperlukan juga sebuah diagnosis untuk mengetahuinya dan perlu ditangani oleh dokter kandungan. Hal ini dikarenakan untuk mengecek blighted ovum diperlukan sebuah uji laboratorium, sebab kondisi kehamilan ini biasanya terjadi pada masa-masa awal (trimester pertama). Sehingga sering kali Anda (para calon ibu) jarang atau tidak mengetahui keberadaan kehamilan tersebut.

Bagaimana Bisa Terjadinya Blighted Ovum?

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, blighted ovum terjadi pada awal trimester dan biasanya akan berhenti dengan sendirinya ketika sudah memasuki waktu sekitar 20 minggu pertama. Mungkin banyak dari Anda yang bertanya, bagaimana blighted ovum bisa terjadi? Nah, berikut ini akan dijelaskan tentang hal tersebut.

Anda tidak akan menyadari bahwa sedang hamil. Tetapi ternyata Anda sedang mengalami kehamilan, karena terdapat sel telur yang dibuahi dan menempel pada dinding-dinding rahim. Awalnya memang terjadi pembuahan dalam rahim, namun pada sekitar waktu 5-6 minggu masa kehamilan ternyata embrio belum/tidak berkembang/tidak ada dalam kantong rahim Anda. Padahal saat waktu tersebut seharusnya embrio sudah ada di dalam rahim.

Saat waktu kehamilan, ketuban akan berukuran sekitar 18 mm dan kantong kehamilan tetap akan terbentuk dan tumbuh. Namun memang tidak ada embrio pada kantong kehamilan tersebut. Sehingga ini mengapa disebut sebagai kehamilan kosong atau blighted ovum.

Bagaimana Mengetahui Terjadi atau Mengalami Blighted Ovum?

Setelah mengetahui pengertian blighted ovum pastinya Anda akan bertanya-tanya, bagaimana caranya mengetahui jika terjadi kehamilan kosong tersebut? Untuk mengetahui apakah Anda mengalami blighted ovum atau tidak, sebenarnya diperlukan pemeriksaan oleh dokter kandungan. Hal ini dikarenakan tanda-tanda kehamilan tetap sama seperti jenis kehamilan normal. Seperti halnya terjadi peningkatan hCG atau kadar hormon kehamilan yang dihasilkan oleh plasenta. Namun pada saat itu, tubuh akan mendeteksi atau merasa terdapat hal yang tidak normal dalam kehamilan tersebut. Sehingga secara alami tubuh akan menghentikan kehamilan dan bisa menyebabkan terjadi keguguran untuk kehamilan selanjutnya atau beberapa waktu ke depan (3 bulan pertama).

Nah, untuk mengetahui terjadinya atau mengalami blighted ovum diperlukan sebuah uji laboratorium berupa USG. Sebab dengan melakukan USG, dokter kandungan bisa memastikan dan mengetahui apakah kantong kehamilan Anda terdapat embrio atau tidak. Biasanya pada masa kehamilan di waktu 6 minggu, kantong kehamilan sudah ada. Namun ketika melakukan kontrol kembali di bulan selanjutnya, ternyata embrio tidak terlihat dalam kantong kehamilan tersebut. Sehingga dalam kasus tersebut memungkinkan bahwa Anda mengalami blighted ovum.

Jadi itulah pengertian blighted ovum dan penjelasan lainnya guna menambah informasi terkait dengan jenis kehamilan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *